Tangsel, Jawa Barat –

H.Ir.Achmad Fauzi, atau biasa disapa dengan panggilan H. Rully, selaku Sekretaris DPW PPP Banten dan juga Caleg DPRRI, menegaskan bahwa inti pertemuan para Caleg untuk DPRD Tangerang Selatan dan Caleg DPRRI selain bersilaturahmi antar caleg, supaya saling kenal, supaya saling tegur sapa. Sekaligus para Caleg ini bagaimana untuk bisa menang di hati masyarakat dan menjadi anggota Dewan dengan mengedepankan perjuangan untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

“Jadi tetap semangat untuk bisa menjadi orang yang terpilih di hati masyarakat. Jangan stres, jangan terlalu dibawa serius sekali. Kita jadi caleg ini caleg yang happy, caleg gembira, bahwa politik ini harus gembira, harus happy,” demikian ucap Caleg DPRRI dari PPP, H.Ir.Achmad Fauzi, atau biasa disapa dengan panggilan H. Rully ini, saat ditemui (3/8).

Dengan dasar itu Insya Allah antar kita juga nanti di dalam persaingannya ‘Tidak dengan Bermusuh-musuhan’. Lantaran , kita ini semua keluarga dan bersahabat. Jadi nggak perlu kita antar caleg ini bersaingan dengan terlalu ketat. Apalagi bersaing dengan cara menjelek-jelekkan kawan atau apa pun itu, lanjut H.Rully.

Terpenting, menurut H.Ir.Achmad Fauzi, atau biasa disapa dengan panggilan H. Rully, selaku Sekretaris DPW PPP Banten dan juga Caleg DPRRI, bagi para Caleg, bahwa nanti keberpihakan kepada masyarakat lebih ada manfaatnya tak sekedar semata hanya mengejar untuk menjadi anggota Dewan.

Artinya bila kita bermanfaat buat masyarakat pasti kita akan ada imbalannya. Imbalan dari Allah SWT. Oleh karenanya pastikan Caleg PPP bermanfaat bagi masyarakat.

Terlebih seperti kita ketahui, bahwa sekarang ini banyak masyarakat yang hilang kepercayaannya kepada calon-calon wakil rakyatnya. Lantas bagaimana untuk mendapat suara di masyarakat? Dan bagaimana kita mendapat simpati atau mendapat dukungan dari masyarakat?

Intinya, semua harus datang dari diri kita sendiri. Seperti apa diri kita di lingkungannya? Orang baikkah? Orang yang bermanfaatkah? Atau sebaliknya. Yakinlah masyarakat pasti bantu kita. Kalau kita menjadi orang yang benar benar diharapkan serta bermanfaat buat lingkungannya. Jadi kalau tidak baik kepada masyarakat maka masyarakat juga enggak akan memilihnya. Di pesta demokrasi inilah memang yang dilibatkan dan menjadi muaranya adalah masyarakat, jelas H.Rully saat didampingi Indah Iskasari dan Maryono ST, keduanya Caleg PPP Tangsel.

Cita-cita para Caleg pastinya untuk rakyat, bangsa dan negara yang sejahtera. Hal itu dapat terwujud bila APBN berpihak kepada rakyat. Dan kita nanti yang akan mengawasinya dan menganggarkannya anggaran itu untuk keberpihakan kepada masyarakat atau kepada rakyat. Para Caleg PPP pastinya akan terus memperjuangkannya. Begitu juga untuk masalah pendidikan, masalah kesehatan, serta masalah dan hal-hal lainnya.

“Kita harus konsen betul, kita gunakan sebaik baiknya dan kita harus pro kepada masyarakat saat nanti pembahasan di anggaran. Itu tak terlepas dari fungsi anggota Dewan di bidang penganggaran. Karena kita bukan pengguna anggaran, tapi kita pihak yang menganggarkannya,” papar H.Rully lebih lanjut.

Dan pengguna anggarannya nanti pemerintah. Namun kita harus benar-benar bisa menganggarkan untuk masyarakat ke depannya, tambah H.Rully lagi.

Terkait visi misi para Caleg semua rata-rata dapat bermanfaat untuk masyarakat. Namun, kalau jadi Dewan itu hanya bermanfaat untuk dirinya, buat apa jadi Caleg. Buat apa jadi Dewan, jadi pengusaha saja.

Lantas seperti apa pandangan H.Rully terhadap Money Politics yang kerap dilakukan para Caleg?

Bagi H.Rully bahwa politik uang itu kan belum ada. Kalau money politik ya, karena memang ada cost politiknya. Kalau cost politik, sudah pastilah tidak bisa dihindari. Saat-saat pertemuan dengan masyarakat, harus kopi, harus beli rokok. Itu cost politik ya.

Caleg PPP harus hindari money politik. Jadi kita harus mengedukasi masyarakat, jangan sampai memutuskan Caleg yang bermanfaat buat masyarakat terhadap hal tersebut. Jangan Caleg harus gagal atau putus lantaran gara-gara money politik.

Ujung ujungnya, saat masyarakat ada keluh kesah atau ada usulan aspirasinya, nggak nyampe ke Dewan-nya. Karena Dewannya merasa sudah bayar, sehingga dianggapnya sudah selesai.

Nah hal itu hanya terjadi pada masyarakat yang irrasional voter. Masyarakat yang tidak berdasarkan rasional. Pokoknya ada yang bayar dia pilih, begitu.

“Jadilah masyarakat yang rasional. Jadi tidak perlu dengan hal-hal seperti itu,” tegas H.Rully Caleg DPRRI.

Keinginan mendapatkan Kursi Dewan, semua partai pasti ingin besar. Tidak dipungkiri lah semua partai ingin besar.

Yang jadi masalah ini sekarang kan kadang-kadang, karena kita berbasis Islam, dan partai Islamnya ada beberapa, sehingga sudah terbelah-belah dengan beberapa partai yang basicnya agak ke-islam islaman. Nilai jual kita akhirnya dalam satu ‘petak sawah’ ini sudah terbagi-bagi beberapa partai. Kita harus berebut dengan partai-partai yang berbasis-basis agama.

“Jadi cita-citanya terutama ya tadi selain bermanfaat buat masyarakat juga buat agama dan bangsa. Supaya bangsa ini lebih maju, agamanya juga maju, masyarakatnya maju, ” tutup H.Rully.

)***donni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *